Dendam Dan Munafik Dalam Agama Islam

Setelah mempelajari artikel ini kalian dibutuhkan sanggup menjelaskan pengertian sikap dendam dan munafik, menjelaskan ciri-ciri pendendam dan munafik. Serta sanggup menghindari sikap pendendam dan munafik dalam kehidupan sehari-hari.

Kalian ingin bahagia, maka jangan ada penyakit dalam hatimu. Coba sebutkan macam-macam penyakit hati yang kau ketahui, selain dendam dan munafik.

Pernahkah kalian disakiti oleh temanmu? Bagaimana perasaan kamu? Apakah kau memaafkan temanmu tadi atau ada harapan membalas sakit hati tersebut. Jika kau ada harapan untuk membalas sakit hati kau tersebut itulah yang disebut dendam. Dengan demikian apa yang dimaksud dendam, bagaimankah ciri-cirnya, serta bagamana cara menghindari sikap pendendam tersebut.

Dendam

1. Pengertian Dendam

Dendam ialah sifat ingin membalas perbuatan seseorang. Sifat dendam merupakan perbuatan yang tercela dan biasanya sifat dendam ini bersumber dari sifat murka atau sifat kurang puas melihat segala hal yang terjadi. Perbuatan mendendam sangat dibenci oleh Allah swt. Hal ini menurut sabda Nabi Muhammad saw. sebagai berikut:
Setelah mempelajari artikel ini kalian dibutuhkan sanggup menjelaskan pengertian sikap de Dendam dan Munafik dalam Agama Islam

Artinya : "Diriwayatkan dari Aisyah r.a. Rasulullah bersabda : Orang yang paling dibenci oleh Allah ialah orang yang paling pendendam." (H.R. al-Bukhari dan Muslim).

2. Ciri-ciri Pendendam

Ada beberapa ciri orang yang memiliki sifat pendendam antara lain :

  1. Tidak senang bila melihat orang lain senang. Orang pendendam hatinya akan sedih, gelisah, dan iri bila orang lain menerima kenikmatan.
  2. Merasa senang bila orang lain menderita. Sebaliknya orang pendendam hatinya akan senang dan bangga bila orang lain menderita, tidak mau menolong malah mengejeknya.
  3. Selalu membalas kesalahan dan kejelekan orang lain. Orang pendendam, bila orang lain melaksanakan kesalahaan maka akan diungkit-ungkit dan terus dibicarakan dengan orang lain. Kejelekan orang lain selalu dibicarakan, sementara mereka sendiri kadang lebih buruk daripada orang tersebut.
  4. Suka memfitnah orang lain. Pendendam biasanya suka memfitnah orang lain menjelek-jelekkan orang dimata orang lain, padahal orang tersebut tidak melaksanakan kejelekan menyerupai yang disampaikan oleh orang yang pendendam tersebut. e. Suka membuka diam-diam orang lain. Orang pendendam biasanya tidak sanggup menyimpan rahasia, justru kalau mengerti diam-diam orang lain akan diceritakan ke orang lain lagi.


3. Akibat negatif pendendam 
Ada dua akhir yang ditimbulkan oleh orang pendendam, yaitu akhir untuk diri sendiri dan akhir negatif bagi orang lain.

a. Bagi diri sendiri
1) Hidupnya tidak pernah merasa tenang
2) kehidupannya tersiksa oleh perasaan sendiri
3) Praktis terjangkit penyakit tekanan darah tinggi dan jantung.
4) Banyak dibenci orang.

b. Bagi orang lain
1) Kehidupan orang lain terasa kurang nyaman.
2) Terkurangi haknya untuk erat dengan siapapun.
3) Dapat mengundang sifat permusuhan orang lain.

4. Menghindari dari sikap pendendam 
Sifat pendendam merupakan sifat yang tidak baik dan dibenci Allah swt. Oleh alasannya ialah itu, sifat tersebut harus kita hindari dengan melaksanakan hal-hal sebagai berikut:

  1. Selalu mendekatkan diri pada Allah swt. dengan cara memperbanyak ibadah, zikir. dan doa sehingga hati kita tenang.
  2. Menjadi orang pemaaf. Apabila orang lain melaksanakan kesalahaan terhadap diri kita dan sudah meminta maaf maka sebaiknya juga kita memaafkan, sehingga tidak timbul rasa dendam di dalam hati kita.
  3. Tidak membicarakan kejelekan orang lain.
  4. Tidak memfitnah orang lain.
  5. Jika kita mengetahui diam-diam orang lain maka sebaiknya disimpan saja, tidak usah diceritakan ke orang lain lagi.
  6. Silaturahmi, yaitu mengunjungi saudara atau orang lain untuk menyambung persaudaraan.


Munafik

1. Pengertian Munafik

Munafik yaitu seseorang yang menampakkan sesuatu yang bertentangan dengan apa yang ada didalam hati. Perbuatan munafik disebut nifaq. Orang munafik bentuk langsung mendua atau bermuka dua, bila ia berada di kelompoknya A, beliau mengaku ikut bergabung dengan A, menyanjung-nyanjung A dan menjelek-jelekkan B. Tetapi kalau sedang ada di kelompok B, ia juga berbuat menyerupai pada waktu di kelompok A, ia menyanjung kelompok B dan menjelekkan kelompok A. Oleh alasannya ialah itu orang munafik sering disebut orang yang bermuka dua.

2. Ciri-ciri Orang Munafik

Ciri-ciri orang munafik ada 3 yaitu:

a. Jika berbicara dusta.

Orang munafik kalau berbicara cenderung berbohong atau dusta dan ini akan dilakukan terus-menerus alasannya ialah dusta yang kini untuk menutupi dusta yang kemarin dan dustanya hari ini akan ditutup dengan dusta yang besok dan seterusnya.
b. Jika berjanji ingkar.
Orang munafik sering mengobral janji, tetapi kesepakatan tersebut sering diingkari dengan aneka macam alasan untuk membenarkan dirinya.

c. Jika dipercaya khianat.
Orang munafik bila dipercaya atau diberi tanggung jawab justru ia akan menyalahgunakan kepercayaan tersebut.

Ciri-ciri orang munafik tersebut sesuai yang disabdakan oleh Rasulullah saw. yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim sebagai berikut :

Artinya: "Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. katanya: Sesungguhnya Rasulullah saw. telah bersabda: Tanda-tanda orang munafik ada tiga perkara: apabila berkata beliau berbohong, apabila berjanji ia mengingkari dan apabila diberi kepercaya- an beliau mengkhianati." (H.R. al-Bukhari dan Muslim).

3. Menghindari sifat munafik.

Munafik ialah perbuatan dosa, haram hukumnya dilakukan oleh orang Islam. Oleh alasannya ialah itu sifat munafik harus kita hindari dengan cara-cara berikut:

a. Memperbanyak mengaji
Memperbanyak mengaji dan mendengarkan ceramah-ceramah agama sehingga kefahaman wacana agama akan meningkat, bahwa munafik itu perbuatan dosa yang dihentikan oleh agama dan diancam akan dimasukkan dalam neraka.

b. Menjaga lisan.
Dalam berbicara hendaknya yang baik tidak macam-macam dan berbicara dengan benar atau tidak dusta.

c. Tidak gampang menciptakan janji.
Jika terpaksa harus berjanji dengan orang lain hendaknya didahului kata Insya Allah dan kesepakatan tersebut juga harus benar-benar ditepati.

d. Memegang amanat dengan baik.
Jika diberi kepercayaan maka kepercayaan tersebut kita pegang sungguh-sungguh. Jangan malah disalah gunakan.

Sumber : Pendidikan Agama Islam Sekolah Menengah Pertama Kelas VIII, Depdiknas

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel